slot depo qris 10k slot depo 10k

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

Ukm

Wali Kota Medan Ajak Pelaku UMKM Tingkatkan Kualitas dan Naik Kelas dengan Percaya Diri

Pentingnya meningkatkan kualitas produk UMKM di Medan menjadi sorotan utama dalam acara Learning Event Program Financial Inclusion for Women Entrepreneur yang diadakan di Grand Ballroom Universitas Prima Indonesia pada Minggu, 27 September 2026. Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Medan, Rico Waas, mengajak para pelaku UMKM untuk percaya diri dan berupaya lebih untuk menaikkan kelas produk yang mereka tawarkan.

Menembus Pasar yang Lebih Luas

Rico Waas menekankan bahwa untuk UMKM di Medan bisa bersaing dan menembus pasar yang lebih luas, beberapa aspek kunci perlu diperhatikan. Pertama-tama, kualitas rasa dan daya tarik visual produk menjadi faktor utama. Ia mencatat bahwa produk dari 21 kecamatan di Medan sudah memiliki cita rasa yang teruji dan dapat bersaing. Namun, kualitas saja tidak cukup; aspek estetika kemasan juga memegang peranan penting.

“Seringkali, konsumen tertarik pada produk karena penampilan visualnya terlebih dahulu. Ketertarikan untuk membeli bisa dimulai hanya dari tampilan,” ujar Rico sambil menunjukkan contoh produk sumpia dari UMKM yang kini hadir dengan tampilan menarik di Mal Pelayanan Publik (MPP).

Konsistensi Produksi

Selanjutnya, menjaga konsistensi dan kelancaran dalam proses produksi juga menjadi tantangan yang harus dihadapi. Sebelum menargetkan pasar internasional atau nasional, stabilitas produksi di tingkat lokal harus diutamakan. Menurut Rico, pemahaman tentang permodalan, penetapan target pasar yang jelas, serta inovasi produk yang kreatif merupakan kunci untuk mendefinisikan niche market bagi masing-masing UMKM.

Aktif Mengurus Perizinan

Rico Waas juga mendorong pelaku UMKM untuk aktif dalam mengurus perizinan seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Sertifikasi Halal. Ia menginstruksikan Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan Kota Medan untuk berperan aktif dalam mendata pelaku usaha yang belum memiliki izin seperti PIRT, BPOM, NIB, dan Sertifikasi Halal.

“Pendampingan harus dilakukan dengan pendekatan personal, mengingat setiap UMKM memiliki tantangan yang berbeda-beda,” tegasnya. Pendekatan yang tepat akan membantu mengatasi masalah yang dihadapi oleh masing-masing pelaku usaha.

Memanfaatkan Teknologi Digital

Langkah terakhir yang dicontohkan oleh Rico adalah memanfaatkan smartphone dan media sosial. Ia mendorong para pengusaha, khususnya perempuan, untuk menggunakan ponsel pintar mereka sebagai alat untuk meningkatkan omzet bisnis. Dengan memanfaatkan platform seperti WhatsApp, Facebook, Instagram, dan TikTok, pelaku UMKM dapat menjangkau pasar yang lebih luas.

Di akhir penyampaiannya, Rico memberikan penghargaan kepada para perempuan yang berperan sebagai pilar perekonomian keluarga. “Saya berharap pelatihan ini menjadi langkah nyata agar produk UMKM di Kota Medan semakin diminati, laris manis, dan mampu bersaing di tingkat atas,” harapnya.

Target Pelatihan untuk Pelaku UMKM

Acara yang diselenggarakan oleh DBS Foundation dan Mercy Corps Indonesia ini memiliki target untuk memberikan pelatihan kepada 6.000 pelaku UMKM di Medan, dengan sekitar 800 peserta hadir secara langsung untuk menyerap ilmu dan pengalaman dari acara tersebut. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para pelaku UMKM dapat meningkatkan kapasitas dan kualitas produk mereka.

Keberhasilan Melalui Kolaborasi

Kolaborasi antara pemerintah, lembaga swasta, dan masyarakat sangat penting untuk menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan UMKM. Rico Waas menegaskan bahwa sinergi ini akan memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal. Dengan dukungan yang tepat, pelaku UMKM di Medan dapat lebih percaya diri untuk bersaing di pasar yang lebih luas dan berpotensi meningkatkan pendapatan mereka.

  • Pentingnya kualitas rasa dan tampilan produk.
  • Konsistensi dan kelancaran produksi.
  • Aktif dalam mengurus perizinan usaha.
  • Memanfaatkan teknologi dan media sosial.
  • Kolaborasi antar pihak untuk mendukung pertumbuhan UMKM.

Dengan semangat dan komitmen yang kuat, pelaku UMKM di Medan diharapkan dapat meningkatkan kualitas produk mereka dan mendapatkan pengakuan yang lebih luas. Adanya dukungan dari pemerintah dan lembaga terkait menjadi kunci untuk membantu mereka naik kelas dan bersaing di tingkat yang lebih tinggi. Transformasi ini tidak hanya akan meningkatkan pendapatan individu tetapi juga memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian daerah.

Penting untuk diingat bahwa setiap langkah kecil yang diambil oleh pelaku UMKM dapat berdampak besar pada perkembangan usaha mereka. Dengan strategi yang tepat dan dukungan yang memadai, para pelaku UMKM di Medan bisa meraih sukses yang lebih besar di masa depan. Mari kita dukung bersama agar produk-produk lokal dapat semakin bersinar dan diterima di pasar yang lebih luas.

Back to top button