Kepuasan Mirza dan Jihan Mencapai 90 Persen Dalam Pendidikan yang Dijalani

Dalam dunia pendidikan, kepuasan peserta didik adalah salah satu ukuran penting yang mencerminkan efektivitas kebijakan dan program yang diterapkan oleh pemerintah daerah. Di Lampung, survei terbaru menunjukkan bahwa kepuasan masyarakat terhadap kinerja Gubernur Rahmat Mirzani Djausal dan Wakil Gubernur Jihan Nurlela mencapai angka yang mengesankan. Temuan ini tidak hanya menarik perhatian publik, tetapi juga memberikan gambaran yang jelas tentang bagaimana tingkat pendidikan memengaruhi persepsi masyarakat terhadap kepemimpinan mereka.
Survei Kepuasan Pendidikan di Lampung
Hasil survei yang dilakukan oleh Lampung Public Opinion Research, yang dirilis oleh Rakata Analytics and Advisory, menunjukkan bahwa kepuasan pendidikan di Lampung berada pada level yang tinggi. Survei ini dilakukan pada bulan Agustus 2026 dan melibatkan 800 responden dengan tingkat kepercayaan 95 persen serta margin of error ±3,5 persen. Angka-angka ini menunjukkan bahwa hasil yang diperoleh dapat dipercaya dan mencerminkan pandangan masyarakat secara keseluruhan.
Persepsi Berdasarkan Jenjang Pendidikan
Salah satu hal yang menarik dari survei ini adalah perbedaan tingkat kepuasan berdasarkan jenjang pendidikan responden. Dari hasil yang diperoleh, terlihat bahwa kelompok lulusan SMA memberikan penilaian paling positif terhadap kinerja kedua pemimpin daerah ini. Tingkat kepuasan di kalangan responden berpendidikan SMA untuk Gubernur Mirza mencapai 90,54 persen, sementara untuk Wakil Gubernur Jihan Nurlela, angka ini sedikit lebih rendah, yaitu 89,40 persen. Ini menunjukkan bahwa pendidikan menengah menjadi indikator penting dalam penilaian kepuasan pendidikan.
- Mirza: 90,54 persen puas
- Jihan: 89,40 persen puas
- Tingkat ketidakpuasan Mirza: 5,44 persen
- Tingkat ketidakpuasan Jihan: 6,59 persen
- Responden tidak tahu/tidak menjawab: 4,01 persen
Tingkat Kepuasan di Kalangan Pendidikan Tinggi
Selain responden berpendidikan SMA, kelompok dengan latar belakang pendidikan lebih tinggi, seperti Diploma dan S1 hingga S3, juga memberikan penilaian yang signifikan. Bagi Gubernur Mirza, tingkat kepuasan di kalangan responden dari jenjang pendidikan ini tercatat sebesar 85,06 persen. Di sisi lain, Wakil Gubernur Jihan mendapatkan angka yang sedikit lebih rendah, yaitu 82,76 persen. Meskipun demikian, tingkat ketidakpuasan di kelompok ini juga menunjukkan angka yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok SMA.
- Mirza: 85,06 persen puas
- Jihan: 82,76 persen puas
- Tingkat ketidakpuasan Mirza: 12,64 persen
- Tingkat ketidakpuasan Jihan: 12,64 persen
- Responden tidak tahu/tidak menjawab: 2,30 persen (Mirza), 4,60 persen (Jihan)
Kepuasan dari Lulusan SD dan SMP
Menariknya, tingkat kepuasan terhadap kedua pemimpin ini dari kelompok responden berpendidikan SD dan SMP menunjukkan angka yang jauh lebih rendah. Untuk Gubernur Mirza, kepuasan hanya mencapai 72,53 persen, dengan 7,14 persen menyatakan ketidakpuasan dan 20,33 persen tidak memberikan jawaban. Sementara itu, Wakil Gubernur Jihan memperoleh tingkat kepuasan 71,15 persen, dengan persentase ketidakpuasan yang sedikit lebih tinggi, yakni 7,42 persen.
- Mirza: 72,53 persen puas
- Jihan: 71,15 persen puas
- Tingkat ketidakpuasan Mirza: 7,14 persen
- Tingkat ketidakpuasan Jihan: 7,42 persen
- Responden tidak tahu/tidak menjawab: 20,33 persen (Mirza), 21,43 persen (Jihan)
Analisis Perbedaan Persepsi
Data yang diperoleh dari survei ini menunjukkan jelas adanya perbedaan yang signifikan dalam persepsi masyarakat berdasarkan jenjang pendidikan. Responden yang berasal dari kelompok pendidikan SD/SMP cenderung lebih banyak memberikan jawaban “tidak tahu” atau tidak menjawab dibandingkan dengan mereka yang berpendidikan lebih tinggi. Hal ini bisa jadi mencerminkan tingkat pemahaman atau akses informasi yang berbeda di antara kelompok-kelompok tersebut.
Kategori Kepuasan dalam Survei
Rakata Analytics juga menjelaskan mengenai kategori kepuasan yang digunakan dalam survei ini. Kategori “puas” mencakup jawaban yang menyatakan cukup puas, puas, hingga sangat puas. Sedangkan kategori “tidak puas” mencakup jawaban tidak puas dan sangat tidak puas. Dengan cara ini, survei memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai kepuasan pendidikan di kalangan masyarakat.
Kesimpulan Temuan Survei
Hasil survei yang dilakukan pada Agustus 2026 ini memberikan wawasan yang berharga mengenai kepuasan pendidikan di Lampung. Dengan melibatkan 800 responden, survei ini menawarkan gambaran yang jelas mengenai bagaimana masyarakat menilai kinerja Gubernur Mirza dan Wakil Gubernur Jihan. Meskipun secara umum tingkat kepuasan cukup tinggi, perbedaan yang mencolok antara kelompok pendidikan menunjukkan perlunya perhatian lebih dalam menangani aspirasi dan kebutuhan dari setiap strata pendidikan.
Dengan memahami data dan analisis ini, diharapkan pemimpin daerah dapat terus meningkatkan kualitas pendidikan dan layanan kepada masyarakat, sehingga kepuasan pendidikan dapat terus meningkat dan memberikan dampak positif bagi perkembangan daerah Lampung ke depannya.


