IGRC Tantang AS untuk Mengakui Kemampuan Kami di Medan Pertempuran yang Sebenarnya

Teheran – Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran dengan tegas menegaskan komitmen mereka untuk merespons segala bentuk provokasi dengan kekuatan yang mampu memberikan efek jera yang signifikan. Pihak Teheran mengingatkan bahwa Amerika Serikat tampaknya belum sepenuhnya memahami potensi militer Iran, dan pembuktian kekuatan ini hanya bisa dilihat secara langsung di medan pertempuran.
Pernyataan Tegas IRGC
“Iran akan memberikan respons terhadap setiap eskalasi pada tingkat yang memastikan efek pencegahan. Amerika Serikat belum mengetahui kemampuan kami; mereka akan menyaksikannya di medan perang,” ungkap IRGC pada Senin (23/03/2026), berdasarkan laporan dari Almayadeen.
Pernyataan ini muncul sebagai reaksi terhadap tuduhan Presiden AS Donald Trump yang mengklaim bahwa Iran berencana menyerang fasilitas desalinasi di wilayah tersebut. IRGC juga memperingatkan bahwa tindakan balasan akan dilakukan jika infrastruktur Iran diserang.
Tuduhan terhadap AS
IRGC menuduh Washington sebagai pihak yang memulai konflik, dengan menyatakan bahwa “tentara Amerika yang agresif telah memulai perang dengan membunuh anak-anak,” menurut pernyataan mereka.
Dalam konteks ini, IRGC mengungkapkan bahwa 180 anak telah kehilangan nyawa akibat serangan terhadap sekolah dasar, dan lima fasilitas air, termasuk pabrik desalinasi di Pulau Qeshm, telah menjadi target serangan.
Penegasan Tidak Menyerang Infrastruktur Sipil
Pernyataan tersebut secara tegas membantah bahwa mereka menargetkan infrastruktur air sipil, dengan menegaskan bahwa “IRGC tidak melakukan tindakan semacam itu.” Dalam konteks ancaman yang dilontarkan terhadap infrastruktur energi Iran, IRGC memberi amaran bahwa setiap serangan terhadap fasilitas pembangkit listrik akan memicu respons langsung dari mereka.
“Apa yang telah kami sampaikan adalah posisi kami: jika pembangkit listrik diserang, Iran akan merespons dengan menargetkan infrastruktur listrik entitas pendudukan, serta pembangkit listrik di negara-negara regional yang memberikan suplai listrik kepada basis AS, di samping infrastruktur ekonomi dan industri serta sektor energi di mana AS memiliki kepentingan. Tanpa ragu, kami akan melakukannya,” jelas mereka.
Target Potensial dalam Respons Iran
Pernyataan ini menegaskan bahwa infrastruktur ekonomi dan energi yang terkait dengan kepentingan AS juga akan dianggap sebagai target. Menekankan sikap menahan diri yang telah ditunjukkan sebelumnya, IRGC menegaskan, “Anda menargetkan rumah sakit kami – kami tidak membalas. Anda menargetkan pusat-pusat bantuan – kami tidak membalas. Anda menargetkan sekolah-sekolah kami – kami tidak membalas. Tetapi jika Anda menargetkan listrik, kami akan menargetkan listrik.”
Peringatan untuk AS
Pernyataan tersebut diakhiri dengan peringatan bahwa Iran akan merespons setiap eskalasi pada tingkat yang dapat menjamin efek pencegahan, menambahkan bahwa “Amerika Serikat tidak menyadari kemampuan kami; mereka akan melihatnya di medan perang.”
Letnan Kolonel Ebrahim Zolfaghari, juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, merespons ancaman terbaru dari Presiden Donald Trump, mendeskripsikannya sebagai bagian dari pola perilaku agresif yang berpotensi mengganggu keamanan global.
Ancaman Terhadap Selat Hormuz
Peringatan ini muncul setelah Trump mengeluarkan ultimatum terkait Selat Hormuz yang strategis. Dalam sebuah unggahan di akun media sosialnya, Trump menyatakan:
“Jika Iran tidak SEPENUHNYA MEMBUKA, TANPA ANCAMAN, Selat Hormuz, dalam waktu 48 JAM terhitung sejak saat ini, Amerika Serikat akan menyerang dan menghancurkan berbagai Pembangkit Listrik mereka, DIMULAI DARI YANG TERBESAR TERLEBIH DAHULU! Terima kasih atas perhatian Anda terhadap masalah ini. Presiden DONALD J. TRUMP.”
Respons Iran terhadap Ancaman AS
Zolfaghari menjelaskan bahwa Selat Hormuz tetap ditutup hanya untuk angkatan bersenjata musuh dan tindakan berbahaya lainnya, sementara lalu lintas maritim yang tidak mengancam tetap berlangsung di bawah pengawasan ketat oleh Iran. Namun, jika Amerika Serikat benar-benar melaksanakan ancamannya terhadap fasilitas energi Iran, Iran telah menyiapkan langkah-langkah hukuman yang tegas.
Langkah-langkah Hukuman yang Ditetapkan
- Selat Hormuz akan ditutup sepenuhnya dan akan tetap demikian hingga semua fasilitas Iran yang rusak dibangun kembali.
- Seluruh pembangkit listrik, infrastruktur energi, dan aset teknologi informasi dan komunikasi milik “Israel” akan menjadi target yang luas.
- Perusahaan regional yang memiliki kepemilikan saham Amerika akan menghadapi kehancuran total.
- Fasilitas listrik di negara-negara yang menjadi lokasi pangkalan militer AS akan dianggap sebagai target yang sah.
Dengan pernyataan ini, IRGC menegaskan bahwa mereka tidak akan ragu untuk mengambil langkah-langkah tegas dalam mempertahankan kepentingan dan wilayah mereka. Situasi ini menunjukkan betapa kompleksnya dinamika geopolitik yang terjadi, dan bagaimana setiap ketegangan dapat memicu respons yang tidak terduga, baik dari Iran maupun Amerika Serikat.
