Lansia Batam Harus Sejahtera, Bantuan untuk Mereka Akan Terus Diperluas

Di tengah hujan lebat yang mengguyur, Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kesejahteraan lanjut usia (lansia) di kota ini. Kesejahteraan lansia Batam menjadi salah satu fokus utama pemerintah, dan mereka bertekad untuk memberikan dukungan yang lebih luas bagi kelompok rentan ini.
Peningkatan Bantuan Sosial untuk Lansia Batam
Pada Selasa, 7 April 2026, bantuan sosial untuk lansia disalurkan di Lapangan Kantor Camat Galang. Dalam acara ini, Li Claudia menyatakan bahwa program bantuan sosial bagi lansia akan terus diperluas secara bertahap hingga seluruh lansia di Batam dapat merasakan manfaatnya. Langkah ini mencerminkan keseriusan pemerintah dalam memenuhi kebutuhan para lansia yang merupakan bagian penting dari masyarakat.
Silaturahmi dan Pemberian Bantuan
Acara penyaluran bantuan ini juga diwarnai dengan silaturahmi antara Wali Kota, Wakil Wali Kota, serta Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Batam, yang bertemu dengan kader Posyandu dan kader kelurahan siaga. Kegiatan ini memberikan kesempatan untuk mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat, serta meningkatkan kesadaran tentang pentingnya kesehatan dan kesejahteraan lansia.
Li Claudia mengapresiasi kehadiran masyarakat yang tetap antusias meskipun diguyur hujan. Ia memberikan pujian kepada para kader dan warga, terutama ibu-ibu, yang selama ini berperan penting dalam menjaga kesehatan keluarga dan lingkungan sekitar. “Walaupun cuaca tidak mendukung, semangat masyarakat luar biasa. Ini menunjukkan kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan dan keluarga,” ungkapnya.
Detail Bantuan Sosial yang Diberikan
Pemerintah Kota Batam menyalurkan bantuan sosial kepada 4.000 lansia di seluruh kota. Setiap penerima mendapatkan bantuan sebesar Rp400 ribu per bulan, yang merupakan peningkatan dari Rp300 ribu sebelumnya. Ini adalah langkah awal yang signifikan untuk membantu meringankan beban hidup lansia di Batam.
Li Claudia mengungkapkan bahwa jumlah penerima bantuan sosial ini akan terus ditambah secara bertahap. Dengan perkiraan jumlah lansia di Batam mencapai 60 ribu orang, pemerintah berkomitmen untuk melakukan pendataan yang lebih akurat dan pembenahan data kependudukan agar penyaluran bantuan dapat lebih tepat sasaran.
Proses Pendataan dan Penyaluran
“Jika data sudah semakin rapi dan anggaran tersedia, kami akan memperluas jumlah penerima hingga semua lansia di Batam dapat merasakan bantuan sosial setiap bulan,” jelasnya. Ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memastikan bahwa tidak ada lansia yang tertinggal dalam program bantuan ini.
Komitmen Terhadap Pembangunan dan Kesejahteraan
Li Claudia menekankan bahwa peningkatan bantuan sosial ini sejalan dengan capaian positif dalam pembangunan daerah. Pertumbuhan ekonomi Batam yang semakin baik, realisasi investasi yang melebihi target, serta kenaikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) menjadi modal penting dalam memperluas program kesejahteraan masyarakat.
Namun, ia juga mengingatkan bahwa pencapaian tersebut tidak boleh membuat pemerintah berpuas diri. Penurunan angka pengangguran dan kemiskinan tetap menjadi fokus utama di masa mendatang. “Kami ingin memastikan angka kemiskinan dan pengangguran terus menurun secara signifikan. Oleh karena itu, semua program akan terus kami tingkatkan,” tegasnya.
Peran Masyarakat dalam Pembangunan
Pada kesempatan tersebut, Li Claudia juga mengajak masyarakat untuk mendukung program pembangunan yang dijalankan bersama Wali Kota Batam, Amsakar Achmad. Salah satu prioritas pembangunan di wilayah Galang adalah sektor pendidikan, melalui pembangunan sekolah dari tingkat SD hingga SMA.
“Ini demi masa depan anak-anak kita. Kami membutuhkan dukungan seluruh masyarakat Batam agar pembangunan berjalan lancar dan manfaatnya bisa dirasakan bersama,” ucapnya. Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan kesejahteraan lansia Batam akan terus meningkat, menciptakan lingkungan yang lebih baik untuk generasi mendatang.

