Wakapolda Sumut Gelar Safari Ramadhan di Pesantren Al Kautsar untuk Perkuat Silaturahmi Ulama

Dalam suasana penuh berkah bulan suci Ramadhan, Wakapolda Sumatera Utara, Brigjen Pol Sonny Irawan, bersama Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dr Jean Calvijn Simanjuntak, menggelar sebuah kegiatan yang bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antara jajaran kepolisian dan komunitas keagamaan. Kegiatan ini bertajuk safari Ramadhan di Pesantren Al Kautsar, yang terletak di Jalan Pelajar, Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai, pada hari Jumat, 13 Maret 2026. Acara ini bukan hanya sekadar rutinitas, melainkan sebuah momentum penting untuk memperkuat hubungan yang harmonis antara pihak kepolisian dan para ulama serta tokoh masyarakat di Kota Medan.

Makna Penting Safari Ramadhan

Kegiatan safari Ramadhan ini dilaksanakan dengan penuh kesan khidmat dan penuh makna. Dalam konteks sosial, acara ini menjadi sarana untuk membangun dialog antara pihak kepolisian dan masyarakat. Diharapkan, melalui interaksi ini, tercipta suasana yang kondusif dan saling pengertian di antara berbagai elemen masyarakat, terutama di bulan yang suci ini. Momen ini juga digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan keagamaan dan sosial yang relevan dengan kondisi masyarakat saat ini.

Pembukaan Acara yang Berkesan

Acara dimulai dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang diiringi dengan suasana tenang dan khusyuk. Ustaz Dr H Abi Bahrun, MSi, yang mewakili pengurus pesantren, memberikan sambutan hangat kepada para tamu undangan, termasuk jajaran Polda Sumut. Dalam sambutannya, ia menegaskan betapa berharganya kehadiran pihak kepolisian dalam kegiatan ini, yang menunjukkan komitmen mereka untuk terlibat dalam kegiatan sosial dan keagamaan.

Brigjen Pol Sonny Irawan, yang hadir mewakili Kapolda Sumut, menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Kapolda yang sedang mengikuti rapat virtual dengan Presiden Republik Indonesia. Momen ini menunjukkan betapa pentingnya koordinasi antara pemerintah dan kepolisian dalam menghadapi berbagai tantangan yang ada.

Pentingnya Persatuan di Tengah Dinamika Global

Dalam sambutannya, Sonny Irawan mengajak seluruh komponen masyarakat untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Di tengah berbagai tantangan global yang mempengaruhi kehidupan sosial dan ekonomi, penting bagi masyarakat untuk tetap bersatu. Ia menekankan bahwa kondisi yang tidak stabil dapat dengan mudah memecah belah persatuan jika tidak dikelola dengan baik.

Pentingnya Sikap Bijak Menghadapi Media Sosial

Selain itu, Wakapolda juga menggarisbawahi pentingnya sikap bijak dalam menggunakan media sosial, terutama oleh generasi muda. Dengan tingginya penetrasi internet, informasi dapat dengan cepat menyebar, baik yang positif maupun negatif. Maka dari itu, masyarakat, khususnya anak muda, perlu memiliki kemampuan untuk mencerna informasi dan tidak mudah terprovokasi oleh berita yang tidak jelas kebenarannya.

Kepedulian di Bulan Suci Ramadhan

Sebagai wujud kepedulian di bulan Ramadhan, Wakapolda Sumut memberikan bingkisan kepada lima guru di Pesantren Al Kautsar, serta santunan kepada 25 anak yatim. Tindakan ini mencerminkan komitmen pihak kepolisian untuk mendukung pendidikan dan kesejahteraan sosial di masyarakat. Dengan memberikan perhatian kepada para guru dan anak-anak yatim, diharapkan dapat mendorong tumbuhnya rasa kepedulian di antara masyarakat.

Tausiyah oleh Ketua FKUB Sumut

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan tausiyah singkat oleh Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sumut, Dr Muhammad Hatta. Dalam tausiyahnya, beliau mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan bulan Ramadhan sebagai momentum untuk memperkuat rasa persaudaraan dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama. Pesan ini sangat relevan, mengingat bulan Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk berbagi dan meningkatkan amal ibadah.

Menjalin Hubungan Melalui Buka Puasa Bersama

Setelah tausiyah, acara dilanjutkan dengan buka puasa bersama. Momen ini menjadi kesempatan berharga bagi semua peserta untuk berkumpul, berbagi cerita, dan mempererat silaturahmi. Salat Maghrib berjamaah juga dilaksanakan, di mana semua hadir dalam suasana penuh khidmat dan keakraban. Kegiatan ini bukan hanya sekadar ibadah, melainkan juga sarana untuk membangun rasa kekeluargaan di antara semua yang hadir.

Penyematan Ulos Sebagai Simbol Penghormatan

Di akhir acara, Brigjen Pol Sonny Irawan dan Kombes Pol Dr Jean Calvijn Simanjuntak menerima penyematan ulos dari Pendiri Pesantren Al Kautsar, Syekh Ali Akbar Marbun, yang disaksikan oleh para tokoh agama dan masyarakat. Prosesi penyematan ulos ini dilaksanakan dengan penuh khidmat, sebagai simbol penghormatan dan doa bagi para pemimpin agar senantiasa diberikan kekuatan dan kebijaksanaan dalam menjalankan tugas mereka.

Penyematan ulos memiliki makna mendalam dalam budaya lokal, yang menunjukkan rasa hormat dan harapan akan keberlangsungan hubungan baik antara pihak kepolisian dan masyarakat. Hal ini juga menjadi pengingat bagi semua pihak mengenai pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polrestabes Medan.

Partisipasi Berbagai Tokoh Masyarakat

Acara safari Ramadhan ini dihadiri oleh berbagai tokoh masyarakat dan pemimpin organisasi keagamaan. Beberapa di antaranya adalah Ketua MUI Sumut, Prof Dr Maratua Simanjuntak, Ketua PWNU Sumut, Dr Marahalim Harahap, dan Ketua PD Muhammadiyah Sumut, Prof Hasyim Shah MA. Kehadiran mereka menunjukkan betapa pentingnya kerjasama antara berbagai elemen masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan harmonis.

Selain itu, turut hadir pula Wakil Ketua DPRD Medan, H Rajuddin Sagala, serta pejabat-pejabat utama dari Polda Sumut dan jajaran Polrestabes Medan. Keberadaan mereka memberikan dukungan yang kuat terhadap kegiatan ini dan menunjukkan komitmen untuk terus menjalin komunikasi serta kerjasama dalam menjaga keamanan serta ketertiban di kota Medan.

Dengan adanya acara safari Ramadhan di Pesantren Al Kautsar ini, diharapkan hubungan antara polisi dan masyarakat dapat semakin baik, serta tercipta kerjasama yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak. Semoga momen ini menjadi langkah awal untuk kegiatan-kegiatan positif di masa mendatang.

Exit mobile version