Malaria merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi tantangan besar bagi kesehatan masyarakat di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai). Untuk mengatasi masalah ini, perlu dilakukan berbagai upaya yang strategis dan terarah, termasuk pelatihan bagi tenaga kesehatan. Baru-baru ini, Bupati H. Darma Wijaya meresmikan Pelatihan Penyegaran Mikroskopis Malaria bagi Petugas Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM) di Hotel Amanda Tebing Tinggi. Kegiatan ini tidak hanya penting untuk meningkatkan keterampilan laboratorium, tetapi juga berperan krusial dalam mempertahankan capaian eliminasi malaria di daerah tersebut.
Upaya Penguatan Kompetensi Tenaga Laboratorium
Pemerintah Kabupaten Sergai berkomitmen untuk terus mempertahankan status eliminasi malaria yang telah dicapai. Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya tersebut, dengan tujuan untuk meningkatkan kompetensi tenaga laboratorium dalam mendukung ketepatan diagnosis dan penanganan penyakit malaria. Hal ini sangat penting mengingat bahwa hasil pemeriksaan laboratorium menjadi dasar dalam menentukan langkah perawatan bagi pasien.
Pencapaian dan Tanggung Jawab Bersama
Dalam sambutannya, Bupati Darma Wijaya mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian Kabupaten Sergai yang telah mendapatkan Sertifikat Eliminasi Malaria. Namun, ia menekankan bahwa pencapaian ini harus diiringi dengan kewaspadaan yang terus-menerus. Eliminasi malaria bukan berarti kita berhenti untuk waspada; melainkan kita harus terus meningkatkan surveilans, deteksi dini, dan respons yang cepat jika terdapat kasus baru.
Pentingnya Peran Tenaga Kesehatan
Bupati menegaskan bahwa ATLM memiliki peran krusial dalam menjaga status eliminasi malaria. Ketelitian dan kompetensi dalam menjalankan standar pemeriksaan laboratorium sangat penting. Dalam konteks ini, Bupati berharap pelatihan ini dapat menjadi momentum untuk menyegarkan kembali pengetahuan peserta serta meningkatkan mutu pemeriksaan laboratorium di fasilitas kesehatan.
Kerjasama untuk Eliminasi Malaria
Selain penguatan kompetensi individu, Bupati juga menekankan pentingnya kolaborasi antara berbagai pihak, termasuk Dinas Kesehatan, Puskesmas, dan masyarakat. Kerjasama ini diharapkan dapat memperkuat upaya bersama dalam mempertahankan eliminasi malaria di Kabupaten Sergai. Mengingat bahwa setiap elemen masyarakat memiliki peran dalam menjaga kesehatan, penting untuk membangun sinergi yang kokoh.
Prinsip Dasar Pelayanan Kesehatan
Bupati menekankan prinsip sederhana namun fundamental: “Petugas kompeten, pemeriksaan bermutu, hasil dapat dipercaya, masyarakat terlindungi.” Prinsip ini harus menjadi komitmen bersama dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas. Hal ini sangat penting untuk mencegah lonjakan kasus malaria di masa mendatang.
Peran Diagnosis yang Tepat dan Cepat
Kepala Dinas Kesehatan Sergai, dr. Yohnly Boelian Dachban, menegaskan bahwa malaria merupakan penyakit yang memerlukan perhatian serius dalam pengendalian penyakit menular. Diagnosis yang tepat dan cepat adalah kunci utama dalam penanganan malaria. Dengan demikian, pemeriksaan mikroskopis menjadi sangat vital dalam memastikan diagnosis yang akurat.
Pentingnya Kompetensi ATLM
dr. Yohnly menjelaskan bahwa kompetensi tenaga ATLM sangat penting dalam melakukan pemeriksaan, identifikasi, dan interpretasi parasit malaria. Oleh karena itu, pelatihan ini tidak hanya berfungsi sebagai penyegaran, tetapi juga sebagai kesempatan untuk meningkatkan kemampuan teknis peserta, termasuk teknik pembuatan dan pewarnaan sediaan darah serta pemeriksaan mikroskopis.
Harapan untuk Peserta Pelatihan
Selama pelatihan, dr. Yohnly mengharapkan agar peserta bersungguh-sungguh dan aktif berdiskusi. Diskusi dan pertukaran pengalaman diharapkan dapat memperkaya ilmu serta keterampilan yang diperoleh, sehingga dapat diterapkan di tempat kerja masing-masing. Dengan demikian, diharapkan akan ada peningkatan kualitas pelayanan laboratorium di fasilitas kesehatan.
Informasi Pelatihan dan Peserta
Berdasarkan laporan panitia yang disampaikan oleh Jumilawati, pelatihan ini diikuti oleh 23 peserta yang merupakan petugas analis dari puskesmas dan rumah sakit di Kabupaten Sergai. Materi pelatihan disampaikan oleh pengendali mutu pelatihan dari UPTD Pelatihan Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, serta fasilitator dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, berlangsung secara klasikal selama tujuh hari, mulai dari 27 September hingga 3 Oktober 2026.
Kesimpulan
Pelatihan Penyegaran Mikroskopis Malaria ini merupakan langkah penting dalam upaya menjaga dan mempertahankan capaian eliminasi malaria di Kabupaten Sergai. Melalui peningkatan kompetensi tenaga laboratorium dan kolaborasi berbagai pihak, diharapkan upaya ini dapat mengurangi angka kasus malaria serta meningkatkan kesehatan masyarakat secara keseluruhan. Dengan komitmen bersama, eliminasi malaria bukanlah hal yang mustahil untuk dicapai.
