Ratusan Jama’ah Hadiri Malam Pertama Peringatan Maulid di Majelis Dzikir As-Suyudi Al-Bantani

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan momen yang sangat penting bagi umat Islam, di mana mereka merayakan kelahiran Nabi yang menjadi teladan hidup. Di Desa Ragas Masigit, Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang, sejarah baru tercipta saat Majelis Dzikir As-Suyudi Al-Bantani menjadi tuan rumah peringatan Maulid dengan jumlah jamaah yang membludak. Acara ini tak hanya menjadi ritual keagamaan semata, tetapi juga simbol persatuan dan cinta umat kepada Rasulullah SAW.

Acara Tiga Malam yang Meriah

Peringatan Maulid kali ini diselenggarakan selama tiga malam berturut-turut, dimulai pada Rabu malam, 9 September 2026. Antusiasme masyarakat sangat tinggi, dengan hampir 700 jamaah hadir, memenuhi majelis hingga ke area luar. Atmosfer keagamaan yang khidmat dan penuh semangat menyelimuti acara ini, menunjukkan bahwa cinta kepada Nabi Muhammad SAW benar-benar dijunjung tinggi oleh masyarakat setempat.

Ucapan Syukur dari Pendiri Majelis

Dalam pembukaan acara, KH. Muhammad Abdul Roufurrokhim, pendiri sekaligus penanggung jawab Majelis Dzikir As-Suyudi Al-Bantani, mengungkapkan rasa syukurnya kepada Allah SWT. Ia menyampaikan betapa berartinya peringatan ini bagi seluruh jamaah yang hadir. “Alhamdulillah, dengan izin Allah, kita berkumpul malam ini untuk memuliakan kelahiran Baginda Nabi Muhammad SAW,” ujarnya, menyambut kedatangan para tamu, termasuk KH. Sibro Malisi Tanara dan Ustadz Romli.

Cinta kepada Rasulullah dalam Setiap Detail Acara

KH. Abdul Roufurrokhim menegaskan bahwa kegiatan ini sepenuhnya merupakan ungkapan cinta umat kepada Rasulullah SAW. Ia menegaskan bahwa acara Maulid ini adalah milik bersama, dibiayai secara murni tanpa bantuan dari pihak manapun. “Pembiayaan 100 persen mutlak dari pribadi. Tidak dari gubernur, tidak dari bupati, tidak dari lurah, dan tidak dari masyarakat. Ini adalah bukti cinta kita kepada Nabi, yang kita laksanakan bersama-sama,” jelasnya dengan penuh keyakinan.

Esensi Sedekah dalam Perayaan

Sebagai wujud syukur, KH. Muhammad Abdul Roufurrokhim juga membagikan sedekah kepada setiap jamaah yang hadir setiap malamnya. “Jangan melihat isinya, yang penting adalah niatnya. Ini adalah bentuk cinta dan syukur kita kepada Allah dan Rasul-Nya,” tambahnya, mengingatkan kepada semua yang hadir akan pentingnya niat dalam setiap amal.

Puncak Acara yang Dinanti

Puncak dari peringatan ini dijadwalkan berlangsung pada malam terakhir, yaitu Sabtu, 11 September 2026. Selain pembagian sedekah, panitia juga menyiapkan kejutan spesial, berupa air Zamzam asli yang diambil langsung dari Mekah bagi seluruh jamaah yang hadir. Kejutan ini diharapkan dapat menambah keberkahan dan kebahagiaan dalam perayaan Maulid kali ini.

Rangkaian Acara yang Khidmat

Rangkaian malam pertama diisi dengan berbagai kegiatan yang diisi dengan pembacaan doa, Maulid Al-Barzanji, Mahallul Qiyam, tilawatil Qur’an, serta tausiyah agama. Semua acara berlangsung dengan khidmat, membawa suasana spiritual yang mendalam hingga larut malam. Setiap elemen acara dirancang untuk memperkuat rasa cinta dan penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW.

Doa dan Harapan untuk Keberkahan

Di akhir acara, KH. Abdul Roufurrokhim mengajak seluruh jamaah untuk memanjatkan doa, berharap agar setiap langkah menuju majelis ini dicatat sebagai ibadah. “Terima kasih kepada seluruh jamaah yang telah hadir dan meluangkan waktu serta tenaga. Semoga cinta kita kepada Rasulullah SAW diterima oleh Allah SWT,” tutupnya dengan harapan dan doa yang tulus.

Undangan untuk Masyarakat

Panitia acara mengundang seluruh masyarakat untuk ikut serta pada malam kedua dan ketiga, serta bersama-sama memadati puncak acara pada malam Sabtu demi keberkahan bersama. Kegiatan ini diharapkan dapat semakin mempererat tali persaudaraan dan cinta kita kepada Rasulullah, menjadikan momen peringatan Maulid sebagai titik tolak untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan.

Peringatan Maulid di Majelis Dzikir As-Suyudi Al-Bantani bukan hanya sekadar acara rutin, tetapi merupakan momentum yang menyatukan hati umat dalam cinta kepada Nabi Muhammad SAW. Dengan semangat yang tinggi, mari kita sambut peringatan ini dengan penuh cinta dan rasa syukur, menjadikannya sebagai bagian dari perjalanan spiritual kita bersama.

Exit mobile version