Jakarta – Laksamana Muda TNI (Purn.) Dr. H. Nazali Lempo, S.H., M.H., M.Tr.Opsla., CHRMP. mengungkapkan bahwa berakhirnya masa dinas di angkatan bersenjata bukanlah akhir dari pengabdian kepada bangsa dan negara. Dalam wawancara yang berlangsung pada Sabtu, 12 September 2026, ia menekankan pentingnya peran setiap individu dalam mempertahankan komitmen terhadap masyarakat meskipun telah melewati masa tugas resmi.
Perjalanan Pengabdian yang Berlanjut
Setelah lebih dari 35 tahun berkarir di dunia militer, Nazali Lempo memutuskan untuk melanjutkan dedikasinya melalui berbagai inisiatif di masyarakat. Ia terlibat dalam organisasi sosial, memberikan bantuan hukum, mengembangkan kepemimpinan, dan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan sosial yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat.
Bagi Nazali, masa purnatugas adalah sebuah transformasi dalam bidang pengabdian, bukan akhir dari perjalanan. Meskipun seragam militer sudah ditanggalkan, semangat untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat tetap berkobar. Hal ini tercermin dalam berbagai upaya yang dilakukannya untuk memperluas ruang lingkup pengabdian.
Pentingnya Komitmen dalam Pengabdian
“Purnatugas bukanlah alasan untuk berhenti berkontribusi. Kita mungkin telah menuntaskan tanggung jawab di lingkungan militer, tetapi pengabdian kepada negara dan bangsa harus terus berjalan di sektor-sektor lain,” tegas Nazali dalam wawancaranya.
Semangat pengabdian ini kemudian diwujudkan Nazali melalui pendirian Forum Masyarakat Indonesia Emas. Dalam organisasi ini, ia melakukan pengawasan dan terlibat langsung dalam berbagai kegiatan yang berhubungan dengan masyarakat di berbagai daerah. Melalui forum tersebut, Nazali berupaya menjembatani komunikasi antara pemerintah dan suara masyarakat di tingkat akar rumput.
Peran Organisasi Masyarakat dalam Demokrasi
Organisasi masyarakat memiliki posisi yang sangat strategis dalam kehidupan demokrasi, menurut Nazali. Ia percaya bahwa organisasi ini dapat menjadi penghubung antara aspirasi masyarakat dan pemerintah pusat.
Lebih dari sekadar tempat berkumpul, organisasi masyarakat juga diharapkan mampu melahirkan kader-kader yang memiliki karakter kuat, moral yang baik, kemampuan kepemimpinan, serta pengalaman dalam menangani isu-isu publik. Dengan demikian, organisasi ini berfungsi sebagai wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi mereka.
Membangun Pemimpin Masa Depan
- Organisasi sebagai tempat pembentukan calon pemimpin.
- Melatih karakter dan moral para kader.
- Memberikan pengalaman berorganisasi yang berharga.
- Menjadi penghubung antara masyarakat dan pemerintah.
- Mendorong partisipasi aktif dari masyarakat.
“Organisasi harus menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dari bawah ke atas. Di sinilah kita dapat membentuk calon-calon pemimpin daerah dan nasional agar memiliki karakter, moral, serta pengalaman dalam berorganisasi,” ungkapnya.
Menjaga Keadilan Melalui Penegakan Hukum
Selain berkiprah melalui organisasi masyarakat, Nazali juga melanjutkan pengabdiannya dalam bidang penegakan hukum, yang telah menjadi bagian integral dari karier profesionalnya. Pengalaman di bidang ini dimulai dari posisi awal di Polisi Militer Angkatan Laut, sebelum akhirnya menempati posisi strategis di institusi penegakan hukum militer.
Karirnya terus menanjak, hingga saat dia menjabat sebagai Oditur Jenderal TNI, sebuah posisi yang menempatkannya dalam posisi penuntutan tertinggi di peradilan militer. Pengalaman tersebut memberinya wawasan mendalam mengenai berbagai isu hukum dan disiplin dalam institusi.
Pengalaman dan Tanggung Jawab
Seiring dengan perjalanan karirnya, Nazali pernah memimpin Pusat Polisi Militer Angkatan Laut dan berperan penting dalam mengoordinasikan berbagai unsur Polisi Militer dari semua angkatan. Ia juga menjalin kolaborasi dengan Divisi Propam Polri, menunjukkan kemampuannya dalam membangun sinergi yang kuat antar institusi.
Setelah masa purnatugas, Nazali mendirikan Nazali Lempo & Partners, sebuah firma hukum yang tidak hanya berfokus pada praktik profesional tetapi juga bertujuan untuk membuka akses keadilan bagi mereka yang kurang mampu secara ekonomi. Melihat banyaknya masyarakat yang terhambat oleh biaya hukum, ia berkomitmen untuk membantu mereka yang menghadapi tantangan dalam mendapatkan keadilan.
Menjembatani Keterbatasan Ekonomi
Gagasan ini muncul dari pengalamannya yang menunjukkan bahwa banyak individu dari kalangan ekonomi menengah ke bawah kesulitan dalam menghadapi proses hukum karena masalah biaya. Nazali memahami bahwa banyak dari mereka yang datang untuk meminta bantuan hukum biasanya tidak memiliki sumber daya finansial yang cukup.
Memberikan Pembelaan Hukum
- Menangani kasus tanpa membebankan biaya kepada klien.
- Memberikan pendampingan hukum kepada mereka yang membutuhkan.
- Berusaha memperjuangkan keadilan bagi masyarakat kecil.
- Membuka akses untuk mendapatkan bantuan hukum yang layak.
- Mendorong kesadaran akan hak-hak hukum masyarakat.
“Masyarakat kecil sering kali kesulitan dalam mencari keadilan. Oleh karena itu, kami membentuk wadah untuk memastikan mereka tetap mendapatkan pembelaan dan pendampingan hukum,” jelasnya.
Visi Nazali Lempo untuk Penegakan Hukum di Indonesia
Pengalamannya yang panjang di dunia militer dan hukum telah membentuk pandangannya yang kritis terhadap tantangan dalam penegakan hukum di Indonesia. Ketika namanya muncul dalam berbagai pemberitaan sebagai calon potensial untuk memimpin Kejaksaan Agung, ia menegaskan bahwa jabatan bukanlah ambisi pribadinya.
Setelah lebih dari 35 tahun mengabdi, Nazali merasa telah melaksanakan tugasnya dengan baik. Namun, pergeseran dalam penegakan hukum nasional telah memotivasi dirinya untuk kembali berkontribusi bagi negara. “Saya sudah cukup lama mengabdi dan merasa sudah cukup. Namun, ketika melihat situasi penegakan hukum saat ini, ada panggilan untuk kembali memberikan sesuatu bagi bangsa dan negara,” ungkapnya.
Tantangan yang Dihadapi
Menurut Nazali, institusi penegak hukum masih menghadapi tantangan serius terkait integritas, pengawasan, dan tingkat kepercayaan publik. Ia berpendapat bahwa reformasi hukum tidak akan memberikan dampak yang signifikan jika hanya fokus pada struktur tanpa memperbaiki kualitas manusia yang menjalankannya.
- Integritas sebagai fondasi utama.
- Pentingnya pengawasan dalam proses penegakan hukum.
- Perbaikan kualitas SDM di lembaga hukum.
- Membangun kepercayaan publik terhadap institusi hukum.
- Memastikan akuntabilitas dalam tindakan hukum.
Pentingnya Integritas dalam Pembenahan Hukum
Untuk menggambarkan pentingnya integritas dalam institusi hukum, Nazali menggunakan perumpamaan yang sederhana namun tajam. “Jika kita membersihkan dengan sapu yang kotor, hasilnya justru akan semakin kotor. Pembenahan harus dimulai dari integritas individu dan sistem yang ada,” tegasnya.
Meskipun namanya dikaitkan dengan kemungkinan untuk kembali memegang posisi penting dalam bidang penegakan hukum, Nazali menegaskan bahwa ia tidak akan memaksakan kehendaknya. Ia percaya bahwa keputusan mengenai masa depannya sepenuhnya berada di tangan Tuhan dan negara, tanpa berusaha mengejar jabatan tertentu.
Menyerahkan Segalanya kepada Tuhan
“Saya selalu berdoa. Jika amanah itu adalah yang terbaik untuk saya, keluarga, bangsa, dan negara, saya siap. Namun, jika tidak, itu berarti bukan jalannya,” katanya dengan tegas.
Namun, jika negara memberikan kepercayaan kepadanya, Nazali menyatakan kesiapan untuk menerima amanah tersebut dan menjalankannya dengan prinsip ketegasan, keadilan, serta penegakan hukum yang tanpa pandang bulu. Baginya, kewenangan yang diberikan negara bukanlah hak istimewa pribadi, melainkan tanggung jawab yang harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
Filosofi Pengabdian Nazali Lempo
“Saya akan menindak setiap pelanggaran hukum dengan tegas dan tanpa pandang bulu,” tekannya. Filosofi pengabdian Nazali berlandaskan pada satu prinsip sederhana: jabatan bukanlah tujuan akhir. Kekuasaan dan kewenangan, menurutnya, seharusnya digunakan sebagai instrumen untuk memperkuat penegakan hukum, membantu masyarakat dalam memperoleh keadilan, dan memastikan pengelolaan kekayaan negara demi kesejahteraan rakyat.
Bagi seorang prajurit yang telah mengabdi selama puluhan tahun, purnatugas bukanlah akhir dari segalanya. Meskipun masa dinas sudah berakhir, saat bangsa dan negara membutuhkan kontribusi, Nazali Lempo siap untuk berdiri dan mengambil bagian dalam upaya tersebut.
