Pj Sekdaprov Sumut, Timur Tumanggor, mengingatkan kepada seluruh peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) dan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) untuk tidak hanya sekadar menyusun proyek perubahan di dalam ruang pelatihan. Ia menegaskan bahwa proyek perubahan tersebut harus diterapkan secara nyata di unit kerja masing-masing. Harapannya, inisiatif ini dapat memberikan dampak positif yang signifikan terhadap kinerja organisasi serta kualitas pelayanan publik.
Peran Pelatihan Kepemimpinan dalam Pengembangan ASN
Timur menekankan bahwa pelatihan kepemimpinan merupakan instrumen yang sangat penting dalam meningkatkan kompetensi dan kapasitas para aparatur sipil negara (ASN). Para ASN tidak hanya dituntut untuk menjalankan tugas administratif, tetapi juga harus memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan yang tepat, menyelesaikan masalah, membangun kerjasama yang baik, serta beradaptasi dengan berbagai perubahan yang terjadi.
Tiga Poin Penting dalam Pelatihan
Pada kesempatan tersebut, ada tiga poin krusial yang disampaikan oleh Timur. Yang pertama adalah integritas. Jabatan yang diemban merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh rasa tanggung jawab. Peserta diminta untuk menggunakan kewenangan mereka secara bijaksana, bekerja dengan transparansi, dan menjauhi praktik-praktik yang bisa merugikan diri sendiri maupun organisasi.
- Integritas dalam menjalankan tugas
- Transparansi dalam pengelolaan kewenangan
- Menghindari praktik merugikan
Poin kedua adalah orientasi pada hasil. Para aparatur diharapkan tidak hanya menjalani rutinitas dan menyelesaikan administrasi, tetapi juga memastikan setiap pekerjaan yang dilakukan memberikan manfaat dan menghasilkan hasil yang nyata bagi masyarakat. Dengan cara ini, setiap tindakan dan keputusan akan lebih terarah dan berdampak positif.
Terakhir, Timur menekankan pentingnya inovasi dan kolaborasi. Mengingat tantangan dalam pemerintahan semakin kompleks, tidak semua permasalahan dapat diselesaikan oleh satu perangkat daerah saja. Oleh karena itu, diperlukan kepemimpinan yang mampu bekerja lintas sektor, memanfaatkan teknologi dan data, serta membangun kerjasama dengan berbagai pemangku kepentingan.
Menghasilkan Pemimpin Perubahan
Timur berharap melalui pelatihan ini akan lahir pemimpin-pemimpin yang mampu membawa perubahan, menyederhanakan proses kerja, mempercepat pelayanan, serta meningkatkan efisiensi anggaran. Inovasi dalam unit kerja masing-masing juga menjadi harapan yang ingin diwujudkan.
Ia mengingatkan agar proyek perubahan yang dirancang oleh peserta tidak hanya menjadi syarat administratif dalam proses pendidikan dan pelatihan. Proyek perubahan ini seharusnya diimplementasikan secara nyata dalam organisasi setelah mereka menyelesaikan pelatihan PKA maupun PKP.
Implementasi Proyek Perubahan
Timur menegaskan, “Proyek perubahan bukanlah sekadar seremoni di ruang pelatihan, melainkan harus benar-benar diterapkan di lapangan.” Ia ingin agar setelah kembali ke unit kerja masing-masing, peserta membawa harapan dan semangat baru untuk bekerja lebih cepat, tepat dalam pengambilan keputusan, serta mampu menyelesaikan berbagai persoalan yang ada. Semangat ini diharapkan dapat memperkuat pelayanan kepada masyarakat.
Pentingnya Kerjasama dan Pertukaran Pengalaman
Keberagaman latar belakang peserta pelatihan menjadi kekuatan yang berharga. Ini adalah kesempatan untuk saling belajar, bertukar ide, dan berbagi pengalaman. Timur mengajak semua peserta untuk bersama-sama membangun birokrasi di Sumatera Utara yang lebih profesional, berintegritas, inovatif, dan berorientasi pada hasil.
Tujuan Pelatihan PKA dan PKP 2026
Kepala BPSDM Sumut, Agustinus Panjaitan, menjelaskan bahwa pelaksanaan PKA dan PKP pada tahun 2026 merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kompetensi manajerial aparatur, khususnya para pejabat administrator dan pengawas. Pelatihan ini tidak hanya fokus pada peningkatan kompetensi, tetapi juga berfungsi sebagai wadah untuk memperkuat jejaring kepemimpinan dan kolaborasi lintas instansi.
- Meningkatkan kompetensi manajerial ASN
- Memperkuat jejaring kepemimpinan
- Mendorong kolaborasi antar instansi
Pelatihan PKA dan PKP pada tahun 2026 diikuti oleh 288 peserta, yang terdiri dari 154 peserta PKA dan 134 peserta PKP. Peserta berasal dari pemerintah provinsi, kabupaten/kota se-Sumut, serta instansi vertikal. Kedua pelatihan ini dijadwalkan akan berakhir pada 18 Desember 2026.
Kesimpulan
Dengan komitmen dan dedikasi yang tinggi, diharapkan pelatihan kepemimpinan ini dapat menghasilkan perubahan yang signifikan dalam organisasi pemerintahan. Proyek perubahan yang dihasilkan bukan hanya sekadar formalitas, tetapi harus menjadi bagian integral dari upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan efektivitas birokrasi. Dengan demikian, visi untuk menciptakan birokrasi yang profesional dan berorientasi pada hasil dapat terwujud.
