Longki Djanggola Ajak Mahasiswa Palu Waspadai Hoaks dan Perkuat Peran Pemuda dalam Bangsa

Dalam era informasi yang serba cepat ini, tantangan bagi generasi muda kian meningkat, terutama di tengah maraknya hoaks yang beredar di media sosial. Longki Djanggola, seorang anggota DPR RI dan MPR RI, memberikan peringatan kepada mahasiswa di Kota Palu untuk tetap waspada dan tidak mudah terprovokasi oleh berita yang belum terverifikasi. Melalui sebuah acara sosialisasi yang diadakan pada 26 September lalu, ia menekankan pentingnya peran pemuda dalam menjaga integritas dan keutuhan bangsa.

Pentingnya Pemahaman Empat Pilar Kebangsaan

Dalam sosialisasi tersebut, Longki mengingatkan bahwa pemahaman terhadap empat pilar kebangsaan—Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika—tidak boleh terhenti pada tataran teori saja. Sebaliknya, nilai-nilai tersebut harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari agar bisa berkontribusi positif bagi masyarakat.

“Empat pilar ini harus menjadi bagian dari perilaku kita sehari-hari. Kita tidak hanya membaca Pancasila saat upacara atau menyebutkan NKRI dalam pidato. Prinsip-prinsip ini harus hadir dalam tindakan nyata,” tegas Longki.

Peran Pemuda Sebagai Agen Perubahan

Longki menggarisbawahi bahwa pemuda memiliki peran strategis dalam perjalanan bangsa. Mereka bukan hanya penerus, tetapi juga pelopor moral dan intelektual yang mampu mendorong perubahan. Sejarah Indonesia menunjukkan bahwa peran pemuda dalam proklamasi kemerdekaan dan Sumpah Pemuda adalah tonggak penting dalam mewujudkan persatuan di tengah perbedaan.

“Keberanian pemuda dalam memperjuangkan kemerdekaan adalah contoh nyata bahwa pemuda dapat menempatkan persatuan di atas segala perbedaan,” imbuhnya.

Membangun Toleransi dan Menghargai Perbedaan

Longki juga menekankan nilai-nilai kebangsaan yang harus diwujudkan melalui tindakan konkret. Ia menyerukan kepada generasi muda untuk menghargai perbedaan, menolak diskriminasi, dan menjaga persatuan di tengah keragaman yang ada di Indonesia.

“Kita harus menghormati hak-hak orang lain dan merayakan perbedaan yang ada di antara kita. Keberagaman adalah identitas bangsa kita,” jelasnya.

Hoaks Pemuda dan Tantangan di Era Digital

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan media sosial, Longki mengingatkan bahwa informasi dapat menyebar dengan sangat cepat, membawa serta tantangan baru, seperti hoaks dan ujaran kebencian. Oleh karena itu, mahasiswa dan generasi muda diminta untuk lebih kritis dalam menyaring informasi.

“Jangan biarkan diri kalian terprovokasi hanya karena sebuah informasi terlihat meyakinkan. Lakukan verifikasi sebelum mempercayai dan menyebarkan informasi,” tegasnya.

Menjaga Persatuan di Tengah Keberagaman

Longki juga mengingatkan bahwa perbedaan yang ada di Indonesia seharusnya tidak menjadi alasan untuk saling membenci. Sebaliknya, keberagaman merupakan kekuatan yang harus dijaga dan dirayakan. Ia menekankan pentingnya semangat persatuan di antara berbagai suku, agama, dan budaya yang ada.

“Kita berasal dari berbagai latar belakang, namun kita memiliki satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa persatuan. Semangat inilah yang harus terus kita hidupkan agar Indonesia tetap utuh dan bersatu,” katanya.

Toleransi Sebagai Landasan Kehidupan Bersama

Prof. Zainal Abidin, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Tengah, menambahkan bahwa toleransi adalah sikap saling menghargai dan menerima perbedaan. Menurutnya, toleransi bukan hanya sekadar kata-kata, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan sehari-hari.

“Kita harus belajar untuk saling menghormati dan menghargai pendapat orang lain, meskipun berbeda. Inilah yang membentuk kerukunan di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Menghadapi Tantangan Masa Depan

Dengan adanya tantangan seperti hoaks dan berita palsu, Longki mengajak mahasiswa untuk berperan aktif dalam mengedukasi diri dan orang lain. Generasi muda diharapkan dapat menjadi pelopor dalam menyebarkan informasi yang benar dan mendorong sikap toleran di masyarakat.

“Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga keutuhan dan persatuan bangsa. Mari kita gunakan media sosial dengan bijak dan tidak terjebak dalam informasi yang menyesatkan,” pungkas Longki.

Peran Aktif dalam Masyarakat

Longki juga menekankan pentingnya peran aktif mahasiswa dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan. Ia mengajak generasi muda untuk terlibat dalam program-program yang mendukung pembangunan bangsa.

Dengan berperan aktif, pemuda tidak hanya akan menunjukkan bahwa mereka adalah generasi penerus, tetapi juga sebagai agen perubahan yang mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Kesimpulan

Dalam menghadapi tantangan seperti hoaks dan informasi yang menyesatkan, penting bagi generasi muda untuk tetap kritis dan terbuka. Longki Djanggola mengingatkan bahwa pemuda memiliki peran vital dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Dengan memahami dan mengamalkan nilai-nilai kebangsaan, serta berperan aktif dalam masyarakat, pemuda dapat menjadi kekuatan yang mendorong perubahan positif bagi Indonesia.

Exit mobile version