https://file.ppklkemenkop.id/data-web-1/data-user-8/145b4a7a4cb19ba3cc29774f10d36bac.png

PETUGAS PENYULUH KOPERASI LAPANGAN
KEMENTERIAN KOPERASI DAN UKM REPUBLIK INDONESIA

PPKL, agen transformasi informasi koperasi

17-Februari-2018

Kehadiran media sosial dengan beragam wujudnya pada dasawarsa terakhir telah merubah cara masyarakat berkomunikasi, mengakses informasi, mengelola pengetahuan serta menggunakannya kembali. Data per Januari 2018 tentang Digital Indonesia yang dirilis oleh WeAreSocial.com menyebutkan bahwa pengguna internet di Indonesia mencapai 132,7 juta orang atau setara dengan 50% warga Indonesia. Lebih detail lagi, ada 130 juta penduduk Indonesia yang aktif menggunakan media sosial dan 120 jutanya mengakses melalui ponsel pintar (smart phone). Data tersebut menggambarkan bagaimana masyarakat Indonesia saat ini terhubung dengan internet dan media sosial. Hal itu merupakan peluang besar sebagai kanal dan proses transmisi informasi dan pengetahuan perkoperasian bagi masyarakat luas.


Di sisi lain, perkembangan masyarakat yang lebih melek media (terutama jenis-jenis media baru/ new wave) membuat pola akses, pengelolaan dan penggunaan informasi tidak lagi satu arah. Media-media baru telah memperlihatkan demokratisasi informasi dan pengetahuan membuat masyarakat lebih berdaya. Ditambah kecenderungan masa depan demografi Indonesia yang mengalami bonus demografi dan tumbuhnya Generasi Milenial (1980 – 1995) adalah gambaran masyarakat hari ini dan mendatang.


Dalam konteks seperti itu, keberadaan PPKL perlu diredefinisi ulang dan direkayasa ulang sehingga adaptif dan menjawab kebutuhan masyarakat. Pendekatan baru PPKL harus memperhatikan sedikitnya tiga faktor utama:

  1.  Penggunaan media sosial yang massif dan meluas di masyarakat.
  2. Kehadiran Generasi Milenial yang jumlahnya mencapai 35% dari total  penduduk.
  3. Akses, pengelolaan serta penggunaan informasi/ pengetahuan oleh dan bagi keberdayaan koperasi dan masyarakat luas.

Keberadaan PPKL menjadi salah satu pilihan yang tepat untuk  melakukan perubahan secara sistematis, terstruktur dan berkelanjutan. Untuk maksud tersebut para Petugas Penyuluh Koperasi Lapangan (PPKL) sebagai tenaga profesional, diberi tugas oleh pejabat untuk melaksanakan tugas penyuluhan perkoperasian. PPKL mempunyai keleluasaan untuk mengembangkan kegiatannya dengan memanfaatkan teknologi informasi dalam upaya menyampaikan informasi dan agen perubahan pada koperasi dan masyarakat.