https://file.ppklkemenkop.id/data-web-1/data-user-8/145b4a7a4cb19ba3cc29774f10d36bac.png

PETUGAS PENYULUH KOPERASI LAPANGAN
KEMENTERIAN KOPERASI DAN UKM REPUBLIK INDONESIA

BANSOS KEMENTERIAN KOPERASI DAN UKM RI YANG MENUAI HASIL

29-Januari-2019

PROGRAM BANSOS DARI KEMETERIAN KOPERASI DAN UKM RI YANG MENUAI HASIL (BERHASIL)                                      


program bantuan sudah begitu seringnya diberikan oleh kementerian koperasi dan UKM RI kekelompok masyarakat yang membentuk koperasi baik itu bansos (Hibah), pinjaman modal, bantuan untuk koperasi pemula dan lain sebagainya..tetapi tidak sedikit pula bantuan-bantuan tersebut tumbang tak berbekas.

tetapi disini penulis mengangkat cerita salah satu bansos yang menuai hasil dari kementerian koperasi dan UKM,   iya...bantuan tersebut dikucurkan tahun 2010 ke salah satu koperasi diwilayah saya, yakni kabupaten bengkulu selatan propinsi bengkulu.Kopwan berkah lestari namanya yang beralamat didesa air sulau kec. Kedurang Ilir. koperasi ini terdiri dari sekelompok ibu-ibu (51 orang)  yang mempunyai cita-cita yang sama untuk meningkatkan taraf hidup mereka.

pada tahun 2010 Kopwan berkah Lestari menerima Bantuan Sosial dari Kemenkop UKM RI sebesar Rp. 50.000.000..sampai saat ini modal bersih koperasi sebesar Rp. 160.000.000..dan pada tutup buku akhir tahun 2018 membukukan pendapatan bersih yang sangat positif.

penulis mengangkat cerita ini hanya ingin berbagi kepada pembaca,faktor penentu utama berhasilnya program pemerintah tersebut terhadap koperasi mereka adalah :

1. tanggung jawab seluruh angota yang luar biasa

2. karakter pengurus dan anggota yang sangat baik

3. semua anggota sadar dan faham apa artinya jati diri koperasi  yang sesungguhnya

4. keterbukaan dan kepercayaan

5. pada intinya prinsip-prinsip dasar koperasi sesuai UU no 25 Tahun 1992 diterapkan seutuhnya.

6. walaupun saya lihat disini kurang maksimalnya pengawasan dari dinas yang menaungi, tetapi program tersebut berjalan sangat baik.

penulis mengangkat cerita ini, untuk membuktikan bahwa suntikan modal dari kementerian koperasi dan UKM RI dalam bentuk hibah ataupun bansos agar koperasi-koperasi didaerah dapat berkembang dengan sangat baik masih sangat dibutuhkan. karena berdasarkan temuan penulis dilapangan pada saat pembinaan kendala utama adalah Modal sehingga sulit berkembang, serta akses ke pihak ketiga yang cukup rumit. 

Penulis berharap kedepannya pada saat pemberian modal bantuan (Bansos) kekoperasi jangan bentuk hibah, tetapi hanya bentuk modal pinjaman tanpa bunga dan harus dikembalikan dalam jangka waktu tertentu untuk digulirkan kembali ke koperasi yang membutuhkan, serta nominalnya tidak perlu terlalu besar (10-25 Juta). agar sistem berhasil pengawasan yang dilakukan harus lebih ketat dari setiap stake holder yang terkait,baik itu dinas maupun kementerian koperasi. fakta dilapangan seringnya terjadi mutasi pejabat dan staf dilingkungan dinas sehingga sistem pengawasan terganggu.. untuk mengatasi hal ini Kementerian Koperasi dan UKM RI dapat memanfaatkan PPKL yang berada hampir diseluruh pelosok negeri sebagai ujung tombak ataupun perpanjangan tangan dari kementerian koperasi dan UKM RI dalam melakukan maintenance terhadap bantuan yang diberikan kepada koperasi binaannya di daerah.