https://file.ppklkemenkop.id/data-web-1/data-user-8/145b4a7a4cb19ba3cc29774f10d36bac.png

PETUGAS PENYULUH KOPERASI LAPANGAN
KEMENTERIAN KOPERASI DAN UKM REPUBLIK INDONESIA

Koperasi Tamanmartani Berantas Kemiskinan

14-Januari-2019


Bukan hanya besarnya aset, bagi Koperasi Tamanmartani yang terpenting adalah bermanfaat bagi anggota khususnya dan masyarakat pada umumnya, seperti adanya program penanggulangan kemiskinan bagi masyarakat sekitar, yang dicapai melalui manajemen sumber daya yang baik.

Inovasi dalam sebuah usaha adalah hal yang wajib. Tak terkecuali sebuah koperasi. Terbukti, bermitra dengan Yayasan Damandiri, Koperasi Tamanmartani bisa berkembang lebih maju yang dibuktikan dengan aset mencapai miliyaran. Mengingat skala koperasi yang kecil, aset tersebut bisa dibilang sangat bagus.

“Untuk aset hingga 30 November 2018 mencapai Rp. 1.334.264.695,” ungkap manajer Koperasi Tamanmartani Siti Maimunah.

Menurut Siti aset tersebut seimbang dengan kerja keras dalam pengelolaan dan inovasi koperasi. Pasalnya, hingga saat ini banyak inovasi yang tak dimiliki koperasi binaan Yayasan Damandiri yang lain.

Lebih jauh Siti memaparkan faktor pendukung keberhasilan bisa menembus aset miliyaran tersebut di antaranya, sistem manajemen pengelolaan yang bagus, transparan dan akuntabel. “Sehingga masyarakat bisa percaya dan mantap masuk menjadi anggota,” imbuhnya.

Selain itu, Koperasi Tamanmartani juga sangat terbuka untuk menjalin kerja sama dengan pihak luar dalam rangka memajukan koperasi. Koperasi Tamanmartani Berantas Kemiskinan Pemberian santunan lansia Adapun kerja sama yang dilakukan koperasi ini
yaitu bersama PT. Taman Wisata Candi Prambanan, Kementrian Sosial, Dinas Sosial Yogyakarta, serta pengusaha dan kelompok peduli Yayasan Damandiri Jakarta.

“Kami juga menyisihkan SHU bersih sebesar 40% untuk penanggulangan kemiskinan. Ini sangat berbeda jauh dengan koperasi- koperasi lain yang lebih berkutat pada anggota atau pengurusnya saja,” jabar Siti.

Sisa Hasil Usaha (SHU) bersih tersebut menurut Siti memang telah dialokasikan untuk penanggulangan kemiskinan. Program
penanggulangan kemiskinan yang dilakukan oleh koperasi Tamanmartani di antaranya pembangunan jamban untuk warga miskin, pembangunan sumur dan saluran pembuangan air limbah (spal), rehab rumah tidak layak huni, serta santunan lansia
miskin. “Bantuan itu diberikan secara cuma- cuma, bukan pinjaman,” ungkapnya.

Tercatat hingga saat ini koperasi yang beralamat di Kompleks Kantor Desa Tamanmartani, Kalasan, Sleman, Yogyakarta ini beranggotakan hingga 500 orang. Selain membantu warga miskin, koperasi ini juga membangun 12 homestay untuk wisatawan.

Foto-foto